BBM Langka, Disdikbud Takalar Alihkan Pembelajaran ke Daring Selama Enam Hari

 TAKALAR, Sulsel — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Takalar mengambil langkah antisipatif menyikapi kelangkaan dan keterbatasan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini. Melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/215/DISDIKBUD tertanggal 11 September 2026, seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, diinstruksikan menyesuaikan sementara kegiatan pembelajaran menjadi daring.


Kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku selama enam hari, mulai 14 hingga 19 September 2026. Keputusan ini menyentuh langsung aktivitas ribuan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali murid yang selama ini mengandalkan transportasi untuk menunjang aktivitas pendidikan sehari-hari.

Dalam surat edaran itu dijelaskan, pembelajaran daring diterapkan sebagai langkah antisipatif terhadap kelangkaan BBM yang berdampak pada mobilitas warga sekolah. Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU serta keterbatasan pasokan bahan bakar dikhawatirkan dapat menghambat perjalanan murid, guru, tenaga kependidikan, maupun orang tua menuju dan dari sekolah.

“Dalam rangka menjaga keberlangsungan proses pendidikan serta sebagai langkah antisipatif terhadap kondisi kelangkaan BBM yang berdampak langsung terhadap mobilitas murid, pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali murid di wilayah Kabupaten Takalar, dipandang perlu untuk melakukan penyesuaian sementara terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran,” demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, S.IP., M.I.Kom.

Penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut diharapkan menjadi solusi sementara agar proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah kendala transportasi yang dihadapi masyarakat. Setiap satuan pendidikan diharapkan tetap memastikan kegiatan pembelajaran berjalan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing, dengan tetap memperhatikan target kurikulum serta kebutuhan peserta didik.

Di sisi lain, dukungan orang tua atau wali murid menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring selama periode tersebut. Disdikbud Takalar meminta peran aktif keluarga dalam mendampingi anak-anak belajar dari rumah, meski kondisi akses internet dan ketersediaan fasilitas pembelajaran daring di setiap wilayah dan keluarga tidak sepenuhnya sama.

Sementara itu, kelanjutan sistem pembelajaran setelah 19 September 2026 masih menunggu hasil evaluasi pemerintah daerah dan Disdikbud Takalar terhadap perkembangan ketersediaan BBM. Status pembelajaran tatap muka akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, sementara kebijakan daring ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mempertimbangkan keselamatan, kenyamanan, dan mobilitas seluruh warga sekolah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال